RESUME
“ADMINISTRASI LABORATORIUM”
NAMA : NADIA ALFIA NETTA
NIM : A1C317036
KELAS : REGULER B
DOSEN PENGAMPU :
NENENG LESTARI,S.Pd,.M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
JURUSAN PENDIDIKAN MATERMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2018
Administrasi Pendidikan
Decaprio (2013:146-150) mengatakan, Administrasi merupakan suatu proses pencatatan atau inventarisasi fasilitas & aktifitas laboratorium, dengan tujuan supaya semua fasilitas dan aktifitas laboratorium dapat terorganisir dengan sistematis. Berikut ini cara mengelola administrasi laboratorium IPA:
Pengelola laboratorium IPA harus merencanakan kebutuhan alat dan bahan jangka panjang maupun jangka pendek yang akan digunakan dalam kegiatan penelitian atau praktik. Perencanaan kebutuhan alat dan laboratorium IPA harus didasarkan pada beberapa hal pokok berikut ini.
Daya tampung laboratorium IPA terhadap peserta. Jika daya tampung laboraorium mencapai 50 peserta, berarti jumlah tersebut bisa dikelompokkan menjadi lima kelompok, dimana per kelompok diisi oleh 10 peserta. Dengan demikian, perencanaan alat dan bahan laboratorium IPA didasarkan pada 5 kelompok.
Perencanaan tersebut didasarkan pada jumlah janis alat dan bahan yang diperlukan.
Perencanaan pengadaan alat dan bahan laboratorium IPA juga harus didasarkan pada dana yang dimiliki. Jangan sampai pengelola laboratorium IPA merencanakan pengadaan alat dan bahan seharga Rp. 30.000.000,00 sementara dana yang dimiliki oleh laboratorium hanya Rp. 20.000.000,00.
Perencanaan pengadaan alat dan bahan laboratorium IPA juga perlu didasarkan pada kondisi fisik ruangan laboratorium. Jika kondisi ruangan laboratorium IPA masih memprihatinkan, misalnya ukuran yang sempit, maka jangan merencanakan pembelian alat yang berukuran besar.
Perencanaan pengadaan alat dan bahan laboratorium IPA juga harus didasarkan pada jadwal penggunaan laboratorium. Jika penggunaan laboratorium hanya satu bulan sekali, maka jangan merencanakan pengadaan alat yang harus digunakan seminggu sekali.
Para pengelola laboratorium IPA harus kreatif mencari cara untuk mendapat alat dan bahan laboratorium, terutama ketika persediaan dana sedang menipis. Ada beberapa cara untuk memperoleh alat dan bahan menurut rencana kebutuhan.
Membeli sendiri dengan kas keuangan laboratorium IPA yang masih tersedia.
Mencari, menerima bantuan atau sumbangan dari pihak lain, artinya pengadaan alat laboratorium tidak harus membeli sendiri, tetapi juga bisa dari bantuan dari pihak lain, sepert pemerintah, institusi lain yang terkait, sponsor dan lain sebagainya.
Membuat alat sendiri. Ada beberapa alat laboratorium IPA yang sebenarnya bisa dibuat sendiri. Misalnya meja, lemari, kursi, dan lain sebagainya.
Menyewa atau meminjam dari pihak lain, apabila kas laboratorium IPA tidak cukupuntuk membeli alat. Dalam hal ini pihak pengelola laboratorium IPA harus sering melakukan kerja sama sehingga mudah mencari mitra dan pemenuhan alat dan bahan.
Hal yang perlu dilakukan pengelola laboratorium untuk mengurus administrasi laboratorium adalah pembukuan alat dan bahan. Semua peralatan dan bahan harus dicatat dalam pembukuan tersebut.
Menurut Suyanta (2010: 4-5) Berikut ini beberapa keuntungan pengadministrasian yang baik:
Menolong dalam pembuatan rencana pengadaan alat dan bahan
Memperlancar pelaksanaan kegiatan
Penyajian laporan yang obyektif
Mempermudah pengawasan
Melindungi kekayaan laboratorium
Administrasi laboratorium meliputi segala kegiatan administrasi yang ada di laboratorium, yang antara lain terdiri atas:
Inventarisasi peralatan laboratorium
Daftar kebutuhan alat baru, alat tambahan, alat yang rusak, alat yang dipinjam/dikembalikan
Surat masuk dan surat keluar
Daftar pemakai laboratorium, sesuai dengan jadwal kegiatan praktikum/ penelitian
Daftar inventarisasi bahan kimia dan non-kimia, bahan gelas dan sebagainya
Sistem evaluasi dan pelaporan
Administrasidan Inventarisasi Laboratorium IPA
Administrasi merupakan suatu proses pencatatan atau inventarisasi fasilitas &aktifitas laboratorium, supaya semua fasilitas dan aktifitas laboratorium dapat terorganisir dengan sistematis. Komponen laboratorium yang perlu dilakukan administrasi :
Bangunan/Ruangan laboratorium
Fasilitas umum laboratororium
Peralatan dan bahan
Ketenagaan laboratorium
Kegiatan laboratorium
Administrasi ini selanjutnya akan dilakukan menggunakan format administrasi tiap komponen meliputi:
Format A: Data ruangan laboratorium
Format B1: Kartu barang
Format B2: Daftar barang
Format B3: Daftar penerimaan / pengeluaran barang
Format B4: Daftar usulan/ permintaan barangFormat C1: Kartu alat
Format C2: Daftar alat
Format C3: Daftar penerimaan / pengeluaran alat
Format C4: Daftar usulan / permintaan alat
Format C5 : Daftar usulan / permintaan alat dari acara praktikum
Format C6: Daftar usulan / permintaan alat dari tiap lab
Format D1: Kartu bahan
Format D2: Daftar bahan
Format D3: Daftar penerimaan / pengeluaran bahan kimia
Format D4: Daftar usulan / permintaan bahan
Format D5: Daftar usulan / permintaan bahan dari acara praktikum
Format D6 : Daftar usulan / permintaan bahan dari tiap lab
Format E: Data ketenagaan
Format F: Agenda kegiatan lab
Jenis pengadministrasian meliputi:
Pengadministrasian Bangunan atau ruangan laboratorium Misalnya: Ruangan praktikum, ruangan persiapan, ruangan penyiapan, Greenhouse, dll. Ruangan-ruangan tsb harus tercatat namanya, ukuran, dan kapitasnya dalam Format A.
Pengadministrasian fasilitas umum laboratorium
Fasilitas umum laboratoium adalah barang-barang yang merupakan perlengkapan laboratorium. Untuk mengadministrasikannya digunakan 4 macam format yaitu Format B1, B2, B3 dan B4. Barang-barang fasilitas umum meliputi:
Format B1 atau Kartu Barang
Kartu ini digunakan oleh petugas di setiap laboratorium.
Jika suatu sekolah memiliki beberapa jenis laboratorium, maka untuk barang sejenis nomor kartu di setiap lab harus sama, juga kartu ini hanya digunakan untuk satu macam barang.
Perhatikan format tersebut:
Pada bagian atas kartu barang tertera abjad dari A sampai Z untuk memberi label nama awal dari suaru barang. Misalnya Barometer, dan Blower. Kedua barang tersebut diawali dengan huruf B, maka huruf-huruf lainnya dari C s.d. Z harus dihilangkan dengan cara mengguntingnya.
Secara alfabetis urutan kata Barometer (Ba) lebih dahulu dari kata Blower (Bl), maka
Barometer bernomor B1 dan Blower bernomor B2.
Nama barang diisi dengan nama yang lazim digunakan misalnya barometer.
Golongan barang dimaksudkan apakah barang tersebut termasuk perkakas, barang optik, barang elektronik, perabot, dsb.
Kode barang disesuaikan dengan kode yang diberikan oleh pabrik atau buku katalog.
Nomor induk adalah nomor pada buku induk/daftar barang.
Lokasi penyimpanan diisi dengan R_ / L_ / Rk_ / Tk_ . R, L, Rk dan Tk menyatakan Ruangan, Lantai, Rak, dan Tingkat.
Tanggal diisi dengan tanggal, bulan, dan tahun saat penerimaan barang atau pengeluaran barang.
Di bagian sebelahnya, kartu barang tersebut memuat informasi tentang riwayat barang yang memberi keterangan tentang pelaksanaan pemeliharaan atau perbaikan dari barang tersebut.
Format B3 Daftar Penerimaan/Pengeluaran Barang
Pengadministrasian alat laboratorium
Alat laboratorium dimaksudkan adalah alat-alat yang digunakan untuk pelaksanaan praktikum
Kartu alat dengan Format C1 berfungsi untuk mencatat data untuk masing-masing alat
Informasi yang harus dicantumkan dalam kartu alat yaitu nomor kartu, golongan alat, nomor induk, spesifikasi (nama alat, merk, ukuran, pabrik, kode alat), lokasi penyimpanan, tanggal masuk dan dikeluarkan, dan jumlah alat yang tersedia. Khusus untuk alat-alat canggih dan alat keperangkatan harus dibuatkan secara tersendiri karena spesifikasinya lebih banyak.
Pengadministrasian Bahan kimia di laboratorium
Dalam mengadministrasikan bahan kimia adalah menggunakan format D. Spesfikasi bahan kimia yang diinformasikan yaitu nama-nama zat dalam bahasa Inggris, rumus kimia, massa molekul (Mr), kemurnian, konsentrasi,massa/berat jenis (BJ),Ujud, Warna, pabrik dan Kode Zat.
STRUKTUR ORGANISASI
DAFTAR PUSTAKA
Richard Decaprio. 2013. Tips Mengelola Laboratorium Sekolah. Jogjakarta: Diva Press.
Suyanta. 2010. Manajemen Operasional Laboratorium. Yogyakarta: UNY.
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pengabdian/susilowati-spdsi-mpdsi/administrasi-dan-pengelolaan-laboratorium-ipa.pdf (diakses pada 29 Agustus 2018 pukul 21.00)
“ADMINISTRASI LABORATORIUM”
NAMA : NADIA ALFIA NETTA
NIM : A1C317036
KELAS : REGULER B
DOSEN PENGAMPU :
NENENG LESTARI,S.Pd,.M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
JURUSAN PENDIDIKAN MATERMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2018
Administrasi Pendidikan
Decaprio (2013:146-150) mengatakan, Administrasi merupakan suatu proses pencatatan atau inventarisasi fasilitas & aktifitas laboratorium, dengan tujuan supaya semua fasilitas dan aktifitas laboratorium dapat terorganisir dengan sistematis. Berikut ini cara mengelola administrasi laboratorium IPA:
Pengelola laboratorium IPA harus merencanakan kebutuhan alat dan bahan jangka panjang maupun jangka pendek yang akan digunakan dalam kegiatan penelitian atau praktik. Perencanaan kebutuhan alat dan laboratorium IPA harus didasarkan pada beberapa hal pokok berikut ini.
Daya tampung laboratorium IPA terhadap peserta. Jika daya tampung laboraorium mencapai 50 peserta, berarti jumlah tersebut bisa dikelompokkan menjadi lima kelompok, dimana per kelompok diisi oleh 10 peserta. Dengan demikian, perencanaan alat dan bahan laboratorium IPA didasarkan pada 5 kelompok.
Perencanaan tersebut didasarkan pada jumlah janis alat dan bahan yang diperlukan.
Perencanaan pengadaan alat dan bahan laboratorium IPA juga harus didasarkan pada dana yang dimiliki. Jangan sampai pengelola laboratorium IPA merencanakan pengadaan alat dan bahan seharga Rp. 30.000.000,00 sementara dana yang dimiliki oleh laboratorium hanya Rp. 20.000.000,00.
Perencanaan pengadaan alat dan bahan laboratorium IPA juga perlu didasarkan pada kondisi fisik ruangan laboratorium. Jika kondisi ruangan laboratorium IPA masih memprihatinkan, misalnya ukuran yang sempit, maka jangan merencanakan pembelian alat yang berukuran besar.
Perencanaan pengadaan alat dan bahan laboratorium IPA juga harus didasarkan pada jadwal penggunaan laboratorium. Jika penggunaan laboratorium hanya satu bulan sekali, maka jangan merencanakan pengadaan alat yang harus digunakan seminggu sekali.
Para pengelola laboratorium IPA harus kreatif mencari cara untuk mendapat alat dan bahan laboratorium, terutama ketika persediaan dana sedang menipis. Ada beberapa cara untuk memperoleh alat dan bahan menurut rencana kebutuhan.
Membeli sendiri dengan kas keuangan laboratorium IPA yang masih tersedia.
Mencari, menerima bantuan atau sumbangan dari pihak lain, artinya pengadaan alat laboratorium tidak harus membeli sendiri, tetapi juga bisa dari bantuan dari pihak lain, sepert pemerintah, institusi lain yang terkait, sponsor dan lain sebagainya.
Membuat alat sendiri. Ada beberapa alat laboratorium IPA yang sebenarnya bisa dibuat sendiri. Misalnya meja, lemari, kursi, dan lain sebagainya.
Menyewa atau meminjam dari pihak lain, apabila kas laboratorium IPA tidak cukupuntuk membeli alat. Dalam hal ini pihak pengelola laboratorium IPA harus sering melakukan kerja sama sehingga mudah mencari mitra dan pemenuhan alat dan bahan.
Hal yang perlu dilakukan pengelola laboratorium untuk mengurus administrasi laboratorium adalah pembukuan alat dan bahan. Semua peralatan dan bahan harus dicatat dalam pembukuan tersebut.
Menurut Suyanta (2010: 4-5) Berikut ini beberapa keuntungan pengadministrasian yang baik:
Menolong dalam pembuatan rencana pengadaan alat dan bahan
Memperlancar pelaksanaan kegiatan
Penyajian laporan yang obyektif
Mempermudah pengawasan
Melindungi kekayaan laboratorium
Administrasi laboratorium meliputi segala kegiatan administrasi yang ada di laboratorium, yang antara lain terdiri atas:
Inventarisasi peralatan laboratorium
Daftar kebutuhan alat baru, alat tambahan, alat yang rusak, alat yang dipinjam/dikembalikan
Surat masuk dan surat keluar
Daftar pemakai laboratorium, sesuai dengan jadwal kegiatan praktikum/ penelitian
Daftar inventarisasi bahan kimia dan non-kimia, bahan gelas dan sebagainya
Sistem evaluasi dan pelaporan
Administrasidan Inventarisasi Laboratorium IPA
Administrasi merupakan suatu proses pencatatan atau inventarisasi fasilitas &aktifitas laboratorium, supaya semua fasilitas dan aktifitas laboratorium dapat terorganisir dengan sistematis. Komponen laboratorium yang perlu dilakukan administrasi :
Bangunan/Ruangan laboratorium
Fasilitas umum laboratororium
Peralatan dan bahan
Ketenagaan laboratorium
Kegiatan laboratorium
Administrasi ini selanjutnya akan dilakukan menggunakan format administrasi tiap komponen meliputi:
Format A: Data ruangan laboratorium
Format B1: Kartu barang
Format B2: Daftar barang
Format B3: Daftar penerimaan / pengeluaran barang
Format B4: Daftar usulan/ permintaan barangFormat C1: Kartu alat
Format C2: Daftar alat
Format C3: Daftar penerimaan / pengeluaran alat
Format C4: Daftar usulan / permintaan alat
Format C5 : Daftar usulan / permintaan alat dari acara praktikum
Format C6: Daftar usulan / permintaan alat dari tiap lab
Format D1: Kartu bahan
Format D2: Daftar bahan
Format D3: Daftar penerimaan / pengeluaran bahan kimia
Format D4: Daftar usulan / permintaan bahan
Format D5: Daftar usulan / permintaan bahan dari acara praktikum
Format D6 : Daftar usulan / permintaan bahan dari tiap lab
Format E: Data ketenagaan
Format F: Agenda kegiatan lab
Jenis pengadministrasian meliputi:
Pengadministrasian Bangunan atau ruangan laboratorium Misalnya: Ruangan praktikum, ruangan persiapan, ruangan penyiapan, Greenhouse, dll. Ruangan-ruangan tsb harus tercatat namanya, ukuran, dan kapitasnya dalam Format A.
Pengadministrasian fasilitas umum laboratorium
Fasilitas umum laboratoium adalah barang-barang yang merupakan perlengkapan laboratorium. Untuk mengadministrasikannya digunakan 4 macam format yaitu Format B1, B2, B3 dan B4. Barang-barang fasilitas umum meliputi:
Format B1 atau Kartu Barang
Kartu ini digunakan oleh petugas di setiap laboratorium.
Jika suatu sekolah memiliki beberapa jenis laboratorium, maka untuk barang sejenis nomor kartu di setiap lab harus sama, juga kartu ini hanya digunakan untuk satu macam barang.
Perhatikan format tersebut:
Pada bagian atas kartu barang tertera abjad dari A sampai Z untuk memberi label nama awal dari suaru barang. Misalnya Barometer, dan Blower. Kedua barang tersebut diawali dengan huruf B, maka huruf-huruf lainnya dari C s.d. Z harus dihilangkan dengan cara mengguntingnya.
Secara alfabetis urutan kata Barometer (Ba) lebih dahulu dari kata Blower (Bl), maka
Barometer bernomor B1 dan Blower bernomor B2.
Nama barang diisi dengan nama yang lazim digunakan misalnya barometer.
Golongan barang dimaksudkan apakah barang tersebut termasuk perkakas, barang optik, barang elektronik, perabot, dsb.
Kode barang disesuaikan dengan kode yang diberikan oleh pabrik atau buku katalog.
Nomor induk adalah nomor pada buku induk/daftar barang.
Lokasi penyimpanan diisi dengan R_ / L_ / Rk_ / Tk_ . R, L, Rk dan Tk menyatakan Ruangan, Lantai, Rak, dan Tingkat.
Tanggal diisi dengan tanggal, bulan, dan tahun saat penerimaan barang atau pengeluaran barang.
Di bagian sebelahnya, kartu barang tersebut memuat informasi tentang riwayat barang yang memberi keterangan tentang pelaksanaan pemeliharaan atau perbaikan dari barang tersebut.
Format B3 Daftar Penerimaan/Pengeluaran Barang
Pengadministrasian alat laboratorium
Alat laboratorium dimaksudkan adalah alat-alat yang digunakan untuk pelaksanaan praktikum
Kartu alat dengan Format C1 berfungsi untuk mencatat data untuk masing-masing alat
Informasi yang harus dicantumkan dalam kartu alat yaitu nomor kartu, golongan alat, nomor induk, spesifikasi (nama alat, merk, ukuran, pabrik, kode alat), lokasi penyimpanan, tanggal masuk dan dikeluarkan, dan jumlah alat yang tersedia. Khusus untuk alat-alat canggih dan alat keperangkatan harus dibuatkan secara tersendiri karena spesifikasinya lebih banyak.
Pengadministrasian Bahan kimia di laboratorium
Dalam mengadministrasikan bahan kimia adalah menggunakan format D. Spesfikasi bahan kimia yang diinformasikan yaitu nama-nama zat dalam bahasa Inggris, rumus kimia, massa molekul (Mr), kemurnian, konsentrasi,massa/berat jenis (BJ),Ujud, Warna, pabrik dan Kode Zat.
STRUKTUR ORGANISASI
DAFTAR PUSTAKA
Richard Decaprio. 2013. Tips Mengelola Laboratorium Sekolah. Jogjakarta: Diva Press.
Suyanta. 2010. Manajemen Operasional Laboratorium. Yogyakarta: UNY.
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pengabdian/susilowati-spdsi-mpdsi/administrasi-dan-pengelolaan-laboratorium-ipa.pdf (diakses pada 29 Agustus 2018 pukul 21.00)
Komentar
Posting Komentar