PERAWATAN
LABORATORIUM
A. PENGERTIAN PERAWATAN
Perawatan adalah kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan, mempertahankan, dan mengembalikan peralatan dalam kondisi yang baik dan siap pakai. Di dalam kaitannya dengan perawatan peralatan laboratorium, perawatan dimaksudkan sebagai usaha preventif atau pencegahan agar peralatan tidak rusak atau tetap terjaga dalam kondisi baik, siap beroperasi (Moejadi, 2002: 115).
Perawatan dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :
1. Perawatan Terencana
2. Perawatan Tidak Terencana.
1. PERAWATAN TERENCANA
Perawatan terencana adalah jenis perawatan yang diprogramkan, diorganisir, dijadwal, dianggarkan, dan dilaksanakan sesuai dengan rencana, serta dilakukan monitoring dan evaluasi. Perawatan terencana dibedakan menjadi dua, yakni
A. Perawatan Preventif
Perawatan preventif merupakan perawatan yang bersifat pencegahan. Perawatan preventif adalah sistem perawatan peralatan laboratorium yang secara sadar dilakukan melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta monitoring dengan tujuan untuk mencegah terjadinya gangguan kemacetan atau kerusakan peralatan laboratorium
B. Perawatan korektif
Perawatan korektif merupakan perawatan yang bersifat koreksi, yakni sistem perawatan peralatan laboratorium yang secara sadar dilakukan melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta monitoring dengan tujuan untuk mengembalikan peralatan laboratorium pada kondisi standar, sehingga dapat berfungsi normal.
2. PERAWATAN TIDAK TERENCANA
Perawatan tidak terencana adalah jenis perawatan yang bersifat perbaikan terhadap kerusakan yang tidak diperkirakan sebelumnya. Pekerjaan perawatan ini tidak direncanakan, dan tidak dijadwalkan. Umumnya tingkat kerusakan yang terjadi adalah pada tingkat kerusakan berat. Karena tidak direncanakan sebelumnya, maka juga disebut perawatan darurat.
3. PERAWATAN YANG SESUAI DENGAN BAHAN DASAR PEMBUATAN ALAT
Mengetahui bahan dasar gelas beker, tahan terhadap pemanasan atau tidak. Alat yang terbuat dari logam atau besi segera dibersihkan atau dilakukan perawatan sesudah dipakai agar tidak timbul karat, misalnya memberikan minyak ringan.
4. PERAWATAN YANG SESUAI DENGAN BERAT
Alat–alat yang berat harus disimpan dibagian paling bawah, sedangkan peralatan yang ringan dapat diletakkan pada bagian atasnya.
5. PERAWATAN YANG SESUAI DEGAN KEPEKAAN ALAT TERHADAP
PENGARUH LINGKUNGAN.
Seperti pada alat- alat optik, lensa,cermin, dan teropong diletakkan pada ruangan yang tidak lembab atau diberi lampu neon sehingga suhu lembab tersebut diserap panas dari lampu.
6. PERAWATAN ALAT TERHADAP PENGARUH BAHAN KIMIA
Laboratorium fisika harus dilengkapi dengan almari asam walaupun tidak mengharuskan karena sesuai dengan sandar operasi pengelolaan.
7. PERAWATAN ALAT DALAM BENTUK SET
Peralatan yang berbentuk set disusun kembali ke tempat semula, sesuai ruang dalam kit (menurut petunjuk gambar susunan kit) jangan menempatkan salah satu peralatan kit diluar kotak kit.
Perawatan alat-alat laboratorium juga dapat dilakukan oleh seorang praktikan, tidak hanya seorang tenaga perawat laboratorium. Berikut beberapa perawatan yang dapat dilakukan oleh praktikan:
a. Sebelum meninggalkan laboratorium biasakan dalam keadaan bersih terlebih dahulu.
Jangan sekali-kali meninggalkan laboratorium dalam keadaan kotor karena dapat
menimbulkan bibit-bibit penyakit.
b. Kembalikan alat-alat laboratorium pada tempatnya, seperti bahan-bahan kimia kembalikan
pada lemari yang telah tersedia.
c. Bersihkan meja dan lantai laboratorium menggunakan antiseptik agar meja tersebut tetap
steril dan bebas dari kuman penyakit.
d. Cucilah dengan bersih semua alat-alat yang telah dipakai seperti tabung reaksi, pipet, kaca
preparat, dll agar tetap steril dan siap untuk digunakan kembali.
e. Cepat laporkan pada guru atau pengawas laboratorium jika ada alat yang memerlukan
perbaikan.
f. Jangan sekali-kali menggunakan alat laboratorium jika alat tersebut dalam kondisi buruk.
g. Gunakan alat-alat laboratorium tersebut sesuai dengan keperluan agar menjaga kestabilan
alat tersebut.
h. Matikan semua alat laboratorium yang terhubung dengan arus listrik jika alat tersebut tidak
digunakan kembali.
B. TUJUAN PERAWATAN LABORATORIUM
Perawatan peralatan laboratorium memiliki beberapa tujuan yang mencakup:
a. Agar peralatan laboratorium selalu prima, siap dipakai secara optimal
b. Memperpanjang umur pemakaian
c. Menjamin kelancaran kegiatan pembelajaran
d. Menjamin keamanan dan kenyamanan bagi para pemakai
e. Mengetahui kerusakan secara dini atau gejala kerusakan
f. Menghindari terjadinya kerusakan secara mendadak
g. Menghindari terjadinya kerusakan fatal
C. SISTEM PERAWATAN LABORATORIUM
Dalam perawatan laboratorium, sebelum penyusunan jadwal dan rencana kebutuhan biaya perawatan perlu dilihat unsur-unsur berikut ini:
a. Obyek laboratorium yang akan dirawat.
b. Sumber daya manusia sebagai tenaga perawatan.
c. Sumber daya lain: alat, bahan, suku cadang, cara, waktu, dan biaya perawatan.
D. PENGELOLA PERAWATAN LABORATORIUM
Pengelolaan atau sering disebut manajemen adalah proses mengelola sumber daya untuk mencapai suatu tujuan secara efektif dan efisien. Sumber daya yang dikelola meliputi 6 M, yakni: man, money, materials, machines, methods, dan minute (manusia, uang, bahan, mesin atau peralatan, metode atau cara, dan waktu). Sedangkan fungsi manajemen meliputi empat kegiatan, yakni: planning, organizing, actuating, dan controlling (perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengontrolan). Dengan demikian manajemen dapat diartikan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengontrolan sumber daya manusia, biaya, bahan, mesin atau peralatan, metode atau cara, dan waktu untuk mencapai tujuan yang ditetapkan secara efektif dan efisien.
1. Obyek Perawatan Laboratorium
a. Ruang laboratorium, termasuk kebersihan lantai, kelembaban, ventilasi, penerangan
b. Perabot atau meubeler laboratorium, seperti almari, meja percobaan, meja kerja,rak,
kursi.
c. Peralatan administrasi dan dokumentasi laboratorium, seperti komputer, danfilenya, buku-
buku manual.
d. Sumber jaringan listrik, stop kontak, sekring, lampu.
e. Training obyek dan perlatan dan mesin-mesin pelatihan.
f. Aparatur dan perlengkapan percobaan.
g. Instrumen dan alat-alat ukur.
h. Spesimen dan bahan-bahan untuk praktikum.
2. Sumber Daya Sistem Perawatan Laboratorium
Tenaga laboran atau teknisi mempunyai tanggung jawab dalam merawat laboratorium yang dikelolanya. Salah satu tugas seorang laboran atau teknisi adalah melaksanakan perawatan laboratorium yang meliputi pekerjaan menjaga, menyimpan, membersihkan, memelihara, memeriksa, menyetel kembali, bahkan bila perlu dan dibutuhkan dapat melakukan penggantian dan perbaikan komponen peralatan laboratorium yang rusak.
a. Tenaga Perawat (Man)
Untuk peralatan khusus dengan tingkat kerusakan yang sudah parah, dan perbaikannya juga memerlukan kemampuan profesional yang khusus, maka dapat memanfatkan tenaga teknisi ahli dari luar. Misalnya untuk perbaikan peralatan ukur optik, peralatan ukur elektronik, yang konstruksinya sangat rumit. Untuk pekerjaan perawatan yang ringan dan rutin dapat melibatkan siswa praktikan. Misalnya dalam menjaga kebersihan ruang dan tempat praktik, menjaga kebersihan peralatan, membantu dalam penyimpanan peralatan.
b. Biaya Perawatan (Money)
Perawatan membutuhkan biaya, bahkan kadang-kadang biaya yang dibutuhkan untuk pekerjaan perawatan sangat mahal. Biaya perawatan dibutuhkan untuk berbagai hal, antara lain:
1) Biaya pembelian bahan-bahan untuk perawatan, seperti sabun, carbol, kain lap perekat,
cat, bahan pengawet, pencegah jamur, dan sebagainya.
2) Biaya pembelian suku cadang, seperti: kran air, kabel, mur baut, lensa optik, mouse
komputer, dan sebagainya.
3) Biaya pembelian peralatan perawatan, seperti: sapu, sikat, sulak, kuas, solder, tang obeng,
gunting, dan sebagainya.
4) Upah tenaga perawatan jika perlu, khususnya apabila pekerjaan perawatan terpaksa harus
mengundang pihak luar, misalnya ahli computer.
Biaya perawatan di atas perlu dihitung dan dimasukkan dalam usulan anggaran, sehingga tersedia dana untuk perawatan laboratorium secara rutin.
c. Bahan Perawatan (Materials)
Bahan perawatan adalah seluruh jenis bahan yang dibutuhkan dalam melaksanakan pekerjaan perawatan peralatan laboratorium. Bahkan untuk pekerjaan perawatan ini harus tersedia dengan jumlah yang memadai, karena bahan ini merupakan salah satu sumber daya yang sangat urgen untuk merawat semua peralatan laboratorium. Bahan yang dibutuhkan untuk pekerjaan perawatan peralatan laboratorium, antara lain :
1) Bahan untuk pekerjaan kebersihan, seperti:sabun, carbol, kain lap, thinner, bahan
pembersih alat-alat laboratorium, tempat sampah, kantong plastik, dan bahan pembersih
lainnya.
2) Bahan untuk pemelihara, seperti: bahan pengawet, minyak pelumas, bahan pelapis, bahan
pelindung, pembungkus, pupuk tanaman dan makanan hewan pada laboratorium Biologi,
pembasmi serangga, dan sebagainya
3) Suku cadang, seperti: seperti: kran air, kabel, mur baut, lensa optik, mouse komputer, dan
sebagainya.
d. Peralatan Perawatan ( Machines )
Apabila laboratorium memiliki peralatan perawatan lengkap akan sangat mendukung terlaksananya program perawatan peralatan laboratorium. Peralatan untuk pekerjaan perawatan, tergantung dari jenis sarana atau fasilitas yang dirawat serta jenis kegiatan perawatannya. Peralatan perawatan laboratorium antara lain meliputi peralatan untuk:
1) Peralatan penyimpanan, misalnya almari, rak,
2) Peralatan pemeliharaan, misalnya alat pelumas, alat pelapis,
3) Peralatan pemeriksaan, misalnya instrumen pengukuran,
4) Peralatan penyetelan kembali,
5) Peralatan perbaikan.
e. Waktu Perawatan ( Minutes )
Waktu untuk perawatan peralatan laboratorium dapat dilihat dari tersedianya kesempatan atau waktu bagi pihak yang dilibatkan dalam kegiatan perawatan dan pemanfaatan kesempatan tersebut secara efektif dan efisien untuk melaksanakan kegiatan perawatan. Dari sisi obyek yang dirawat, jadwal pelaksanakan pekerjaan perawatan laboratorium dapat ditetapkan.
Berdasarkan rekomendasi dari pabrik pembuat peralatan yang dimiliki laboratorium, biasanya peralatan laboratorium yang baru dibeli dari pabrik dilengkapi dengan buku manual yang memuat petunjuk operasi dan cara serta jadwal perawatan alat tersebut. Informasi tersebut dapat dipakai sebagai rujukan dalam menyusun jadwal perawatan.
3. MENGELOLA PEKERJAAN PERAWATAN LABORATORIUM
Mengelola pekerjaan perawatan laboratorium mencakup kegiatan:
1. Merencanakan program perawatan dengan menetapkan obyek apa yang dirawat, jenis
pekerjaan perawatan yang dikerjakan, kapan jadwal pelaksanannya, siapa pelaksana, apa
bahan dan alat yang digunakan untuk merawat, dan jika perlu berapa biaya yang
dibutuhkan.
2. Mengorganisir sistem perawatan, menentukan deskripsi pekerjaan perawatan dan
mekanisme kerjanya.
3. Melaksanakan (actuating) program perawatan
4. Mengevaluasi dan melaporkan kinerja perawatan
4. PEMELIHARAAN PERALATAN LABORATORIUM
Pemeliharaan alat-alat di laboratorium sebenarnya mempunyai andil besar dalam menanggulangi banyaknya kecelakaan kerja di dalam laboratorium. Pemeliharaan alat-alat laboratorium secara berkala dapat mengantisipasi kecelakaan yang timbul secara lebih dini.
Begitu juga dengan kebersihan laboratorium. Biasanya, laboratorium merupakan tempat bertemunya cairan-cairan tubuh manusia yang mengandung beberapa jenis penyakit dari spesimen tersebut, dan tujuan menjaga kebersihan laboratorium ini adalah untuk mencegah bibit-bibit penyakit yang terdapat pada jenis spesimen yang di teliti tertular kepada para pekerja. Berikut cara-cara yang di lakukan untuk pemeliharaan peralatan laboratorium:
1) Sebelum meninggalkan laboratorium biasakan dalam keadaan bersih terlebih dahulu.
Jangan sekali-kali meninggalkan laboratorium dalam keadaan kotor karena dapat
menimbulkan bibit-bibit penyakit.
2) Kembalikan alat-alat laboratorium pada tempatnya, seperti bahan-bahan kimia kembalikan
pada lemari yang telah tersedia
3) Bersihkan meja dan lantai laboratorium menggunakan antiseptik agar meja tersebut tetap
steril dan bebas dari kuman penyakit
4) Cucilah dengan bersih semua alat-alat yang telah dipakai seperti tabung reaksi, pipet, kaca
preparat, dll agar tetap steril dan siap untuk digunakan kembali.
5) Cepat laporkan pada guru atau pengawas laboratorium jika ada alat yang memerlukan
perbaikan.
6) Jangan sekali-kali menggunakan alat laboratorium jika alat tersebut dalam kondisi buruk.
7) Gunakan alat-alat laboratorium tersebut sesuai dengan keperluan agar menjaga kestabilan
alat tersebut.
8) Matikan semua alat laboratorium yang terhubung dengan arus listrik jika alat tersebut tidak
di gunakan kembali.
DAFTAR PUSTAKA
Amien, Muhammad. 1984. Buku Pedoman Praktikum dan Manual Laboratorium Pendidikan
IPA Umum (General Science). Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Departemen Pendidika Nasional. 2002. SPTK-21. Jakarta
Moejadi. 1985. Petunjuk Pengelolaan Laboratorium Fisika Untuk SMA. Jakarta: Depdibud.
Penataan, Perawatan Dan Reparasi Alat-Alat Laboratorium. Diakses pada tanggal 17
September 2018. https://fisikaloveblog.wordpress.com/2016/02/29/makalah-
penataan-perawatan-dan-reparasi-alat-alat-laboratorium/.
Komentar
Posting Komentar